Pages

Kenangan Kapur Tulis

Cara mengajar para guru belakangan ini sudah semakin canggih. Berbagai alat seperti laser dan proyektornya, lalu gadget beserta fitur-fitur yang membantu pembelajaran, hingga belajar jarak jauh dengan menggunakan jaringan internet, sudah banyak dipakai guru pada masa ini. Meski begitu, bukan tidak ada yang menggunakan cara kuno.Salah satu cara kuno itu ialah mengajar menggunakan kapur tulis, papan, dan penghapus.

pixabay.com

Ada banyak keseruan ketika guru menggunakan kapur tersebut untuk mengajar. Akan ada kenangan yang selalu menghiasi hari-hari para siswa, seperti:

1. Ada Papan Tulis ada Penghapus
ilustrasi

Seperti sepasang kekasih yang tak ingin mati sendiri, papan tulis dan penghapus selalu ada untuk saling melengkapi. Mereka berdua bertugas membantu kapur tulis untuk memamerkan warnanya sebaik mungkin. Yakni papan tulis sebagai medianya dan penghapus menghilangkan kesalahan goresan.

Adapun penghapus paling umum ialah penghapus dari kayu yang ditempeli kain, ada pula yang bentuknya seperti bantal yang berisi potongan sisa-sisa kain. Meski begitu, jika penghapus tidak ada, guru atau murid bisa menggunakan apa saja kok yang bisa menghapus tulisan. Misalnya, dengan tissu atau kain pel.

2. Senjata Para Guru

Kapur tulis dan penghapus merupakan senjata yang sering digunakan oleh guru untuk menegur siswanya yang bertingkah aneh dikelas. Misalnya si murid mengobrol atau menggodai temannya yang serius menyimak pelajaran, atau bahkan ia tertidur saat guru menerangkan, maka pada saat itu juga bekas potongan kapur yang kecil-kecil atau malah penghapus kerap tiba-tiba melayang menuju siswa aneh tersebut. Hal itu untuk membuat siswa merasa malu dengan bekas kapur di wajah atau tubuhnya.

3. Kapur Penentu Jam Pelajaran

Dulu, mungkin Anda belum lahir, bisa dikatakan kapur tulis merupakan penentu jam pulang. Bahkan ada peraturan tidak tertulis yang menyatakan bahwa jika kapur tulis sudah habis, maka jam pelajaran sudah selesai. Mungkin itu ada benarnya. 

Pada jaman dulu, setiap pelajaran ada kapur tulis yang siap dipakai. Ketika siswa melihat kapur tulis hampir habis, rasa senang murid pun kelihatan. Apalagi ketika guru yang datang membawa kapur hanya sedikit, maka dipastikan jam pelajaran tidak akan lama. Untuk diketahui nih, tak jarang pula banyak siswa yang sengaja mengurangi jumlah kapur biar makin cepat pulang.

4. Menarik untuk Dibawa Pulang

Entah mengapa yang namanya kapur tulis ini selalu menarik minat para siswa untuk dibawa pulang. Jika ada sisa kapur tulis di kelas, banyak siswa seperti ninja yang tiba-tiba mengambil dan membawa pulang kapur peninggalan pelajaran. Mungkin ini karena banyak kegiatan lain yang bisa dipakai menggunakan alat tulis itu, misalnya untuk corat-coret tidak jelas di setiap tempat yang ditemui, atau dipakai untuk menggambar gunung dan matahari di tengahnya. Bahkan banyak juga yang menggunakannya sebagai alat bermain, salah satunya taplak gunung.

Taplak gunung (ilustrasi: youtube)

=======================

Itu semua kenangan yang biasa terjadi saat kegiatan belajar mengajar menggunakan alat tulis kapur. Sungguh, itu semua pengalaman klasik tapi asik. Bagaimana pengalaman Anda? 




Redaksi

Menulis adalah cara saya mencari kebenaran yang tak selalu saya anggap kebenaran.

No comments:

Post a Comment